Jakarta (ANTARA) – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menyatakan dirinya mengecam peretasan yang terjadi kepada laman salah satu media nasional.
Peretasan itu bertepatan setelah media nasional terkait mempublikasikan seri investigasi terkait dengan judi online.
“Peretasan jelas melanggar Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Aparat penegak hukum wajar kalau turun tangan dalam masalah yang dihadapi media,” kata Budi di Jakarta, Jumat.
Adapun media nasional yang mengalami peretasan tersebut ialah Kompas.id dan saat ini masalah tersebut tengah ditangani.
Penyerangan terhadap media nasional tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak Kamis (14/12) dengan anomali beberapa artikel di laman terkait sulit diakses.
Setelah diselidiki hal itu terjadi karena adanya kunjungan traffic yang tidak wajar dan puncaknya terjadi pada Jumat ini yang membuat seluruh konten di laman tak bisa diakses.
Serangan terhadap media massa nasional yang mempublikasikan bahaya judi online menurut Budi merupakan bukti bahwa para pelaku yang melanggengkan judi online di Indonesia itu berbahaya.
“Mereka menghilangkan hak publik untuk mendapatkan informasi yang dijamin oleh Undang-Undang dan konstitusi. Belum lagi bahayanya judi itu sendiri bagi rakyat,” katanya.
Maka dari itu, Kementerian Kominfo berharap masalah yang dialami oleh media nasional tersebut bisa ditangani dengan baik bahkan bisa melibatkan penegak hukum untuk penanganan lanjutannya.
Budi menegaskan Kementerian Kominfo akan terus konsisten memerangi praktik judi online dan dengan rutin berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengepung potensi pertumbuhan praktik haram itu.
“Ini seiring dengan keseriusan Presiden Joko Widodo memperbaiki kualitas manusia Indonesia, antara lain dengan memberantas judi online, ” demikian dikatakan Menkominfo.
Sebelumnya, sejak dipercaya menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi menjadikan pemberantasan judi online sebagai salah satu program prioritasnya.
Dalam waktu tiga bulan saja terhitung dari 18 Juli hingga 11 Oktober 2023, Kementerian Kominfo di bawah kepemimpinannya telah memutus sebanyak 392.652 konten judi online di seluruh ruang digital.
Secara lebih detail sebanyak 205.910 konten berasal dalam situs web, 16.304 konten berasal dari file sharing, dan 170.438 konten berasal dari media sosial.
Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2023
Tags: Menkominfo
Baca Juga
-
Berita.Bisnis.Headline.Lingkungan.Peristiwa.Top News
Pemkab Bogor Tertibkan Bangunan Liar Yang Kembali Berdiri di Kawasan Puncak
-
Berita.Bisnis.Headline.Peristiwa.Politik.Top News
DPRD Kabupaten Bogor dan Pemkab Tetapkan Perubahan Propemperda 2024, Sastra Winara
-
Otomotif.Pilihan
Hyundai dan Kia Mulai Kembangkan Sel Bahan Bakar Hidrogen untuk Kendaraan Masa Depan
-
Berita.Headline.Top News
Kyai Agus Salim Soulmate Rudy Susmanto, Cocok Jadi Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Bogor 2024 Bangun Poros Nasionalis-Religius
-
Berita.Headline.Politik.Top News
Pilkada PSU Papua Diwarnai Calon “tak Sehat Jasmani”, KPU-Bawaslu Papua Dituding Tak Transparan
-
Teknologi.Headline.Pilihan
Akibat Kemajuan Teknologi, 83 Juta Lapangan Kerja Diprediksi Hilang, ini Daftar Pekerjaan Paling Terdampak
Rekomendasi lainnya
-
Berita.Bisnis.Headline.Lingkungan.Peristiwa.Top News
Pemkab Bogor Tertibkan Bangunan Liar Yang Kembali Berdiri di Kawasan Puncak
-
Berita.Headline.Peristiwa.Religi.Top News
Majelis Taklim Balai Wartawan Kota Depok Gelar Halal Bihalal dan Arisan Perkuat Silaturahmi Keluarga Wartawan
-
Berita.Bisnis.Headline.Peristiwa.Top News
Luncurkan Bogor Corporate University dan Siabang Tampan, Optimalkan Pengembangan Kompetensi ASN Menuju Pelayanan Publik Kompeten
-
Berita.Lifestyle.Pilihan
Cak Imin didoakan amanah saat bertemu Abuya Muhyiddin di Madinah
-
Politik.Berita.Bisnis.Headline.Peristiwa.Top News
Imigrasi Kota Bogor Bangun Sinergi Dengan PWI Kota Bogor Sosialisasikan Pelayanan Mutakhir Imigrasi Bogor
-
Berita.Bisnis.Headline.Politik.Top News
Diduga Terima Komisi dan Diduga Jadi Bos Judi Online, Budi Arie dan Dasco Sufmi Ahmad Terus Berkelit Bantah Terlibat






















