METROPOLITANUPDATE.COM – Di tengah perkembangan era digital yang pesat, layanan pinjaman online dan kartu kredit semakin meluas, memerlukan perhatian lebih dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengatur dengan lebih ketat.
Langkah ini bukan hanya sebagai bentuk perlindungan terhadap nasabah, tetapi juga sebagai upaya untuk memastikan bahwa tindakan kurang bertanggung jawab dari pihak nasabah akan mendapatkan sanksi yang tegas.
OJK dengan tegas menegaskan kewajiban konsumen melalui aturan pengetatan penagihan, yang tercantum dalam POJK Nomor 22 tahun 2023. Pasal 92 POJK menjelaskan sejumlah kewajiban yang harus dipatuhi oleh konsumen terhadap pemberi pinjaman.
Salah satu poin penting yang ditekankan adalah kewajiban beritikad baik dalam penggunaan produk dan layanan. Konsumen diharapkan membayar sesuai dengan nilai atau harga biaya produk layanan yang telah disepakati dengan Pusat Uang dan Jasa Keuangan (PUJK).
Dalam kondisi gagal bayar atau wanprestasi, PUJK atau perusahaan berhak untuk mengeksekusi agunan yang dijaminkan oleh konsumen. Hal ini menjadi sangat penting, terutama ketika konsumen dengan sengaja menghindar dan tidak dapat dihubungi,
Deputi Komisioner Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan dan Pelindungan Konsumen, Sarjito menjelaskan, aturan ini juga mencakup kasus di mana konsumen sengaja menghindar dari debt collector.
Jika konsumen tidak dapat dihubungi setelah serangkaian upaya, PUJK memiliki hak untuk mengeksekusi jaminan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Fidusia.
Perlindungan juga diberikan kepada pelaku usaha yang berusaha menagih pembayaran namun tidak membuahkan hasil. Pasal 64 Ayat 1 dan 2 dalam POJK Nomor 22 Tahun 2023 menyatakan bahwa pengambilan atau penarikan agunan oleh PUJK harus memenuhi ketentuan, terutama jika konsumen terbukti wanprestasi.
Sarjito menegaskan bahwa pelaku usaha dapat langsung mengeksekusi jaminan atau agunan dari konsumen yang tidak kooperatif, termasuk situasi di mana konsumen tidak dapat dihubungi dalam waktu yang cukup lama dan unitnya tidak dapat ditemukan.
Penguatan aturan penagihan OJK bukan hanya tentang melindungi nasabah, tetapi juga memberikan landasan hukum bagi pelaku usaha untuk menindak tegas konsumen yang berprilaku kurang bertanggung jawab.***
Tags: Digital, Layanan Keuangan, OJK
Baca Juga
-
Berita.Bisnis.Headline.pendidikan.Peristiwa.Politik.Top News
Prabowo dan El-Sisi Sepakati Kemitraan Strategis Pendidikan
-
Berita.Headline.pendidikan.Peristiwa.Politik.Religi.Top News
Rudy Susmanto Cek Kondisi Makam Garisul dan Sekolah Terbakar di Nanggung
-
Berita.Bisnis.Headline.Lingkungan.Politik.Top News
Koperasi Merah Putih Desa Cisalada Kecamatan Cigombong Terkendala Tak Punya Lahan
-
Berita.Headline
Ketua DPRD Rudy Susmanto Gerak Cepat Terjun Langsung ke Lokasi Bencana Angin Puting Beliung Pamijahan
-
Berita.Bisnis.Headline.Kesehatan.Lingkungan.Peristiwa.Politik.Top News
BGN Tindak Tegas Ribuan SPPG Melanggar Ketentuan
-
Berita.Bisnis.Headline.Lingkungan.Peristiwa.Politik.Top News
Wapres Gibran Kembali ke Sumut Pastikan Pemulihan Bencana Aceh dan Sumatera Berjalan Optimal
Rekomendasi lainnya
-
Berita.Headline
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara Apresiasi BPK RI atas Laporan Pemeriksaan Keuangan Semester II 2024
-
Berita.Bisnis.Headline.Lingkungan.Peristiwa.Politik.Top News
Pembangunan Irigasi Mangkrak, Warga Tolak BUMN Karya Kerjakan Proyek Infrastruktur di Sulawesi Tengah
-
Berita.Headline
DPRD Kabupaten Bogor dan Pemkab Sepakati Raperda Perubahan APBD 2025, Fokus pada Pembangunan Prioritas
-
Berita.Headline.pendidikan
Pj. Bupati Asmawa Tosepu Terima Kehadiran BPSDM Kemenkumham Perkuat SDM Hukum
-
Berita.Headline.Lingkungan.Peristiwa.Politik.Top News
Presiden Perintahkan Prioritaskan Penanganan Karhutla dan Bakal Tambah 70 Ribu Personel Polhutan
-
Berita.Headline
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Dukung Program Astacita Presiden Prabowo

Keuangan (IST/Freepik)
















