Polsek Rancabungur Pecahkan Misteri Mayat Perempuan Cuma Pakai Bra, Seminggu Hilang dari Rumahnya di Jagakarsa

Petugas Polsek Rancabungur menunjukkan barang bukti daster bermotif kembang berwarna hitam sekitar 50 meter dari lokasi penemuan mayat di kebon singkong, desa Rancabungur Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, Kamis 10 Oktober 2024.Petugas Polsek Rancabungur menunjukkan barang bukti daster bermotif kembang berwarna hitam sekitar 50 meter dari lokasi penemuan mayat di kebon singkong, desa Rancabungur Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, Kamis 10 Oktober 2024.

Metropolitanupdate.com – Identitas mayat perempuan tanpa identitas di kebon singkong di desa Rancabungur, kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor akhirnya terkuak. Mayat itu bernama Onong (75) beralamat di Gang Haji Meran nomor 43 Rt07 Rw 06 Kelurahan Lenteng Agung Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Mayat itu berhasil diidentifikasi setelah kerabat dari almarhum Onong mendatangi Mapolsek Rancabungur untuk mencari informasi kebenaran penemuan mayat tanpa identitas berjenis kelamin perempuan.

“Pada Selasa 8 Oktober 2024 sekitar pukul 19.00 WIB, mapolsek kedatangan saudara Najid dari Jakarta Selatan yang mencari informasi terkait adanya penemuan mayat perempuan tanpa identitas. Najid bilang dia sudah mencari kerabatnya yang sudah seminggu hilang sejak 30 September 2024,” ujar Kapolsek Rancabungur Ipda Azis Hidayat, Kamis 10 Oktober 2024.

Kedatangan Najid ke Mapolsek Rancabungur setelah membaca berita online adanya penemuan mayat perempuan tanpa identitas. Melayani dan mengayomi Najid, petugas Polsek Rancabungur kemudian menindaklanjuti dengan memeriksa keterangan dan penelusuran tempat kejadian perkara (TKP) berbekal keterangan Najid.

“Najid menyampaikan bahwa nenek Onong memakai daster bermotif corak bunga berwarna hitam saat terakhir hilang dari rumah. Kemudian petugas melakukan penelusuran ke TKP dan menemukan daster yang dimaksud berjarak 50 meter dari lokasi penemuan mayat,” ujar Kapolsek Rancabungur Ipda Azis Hidayat.

Tak hanya itu, petugas Polsek Rancabungur juga meminta keterangan sejumlah saksi yang sempat bertemu dengan Alm. Onong. Saksi pertama adalah Dede Susanto yang sempat melihat seorang nenek tidak dikenal dan terlihat pikun sedang duduk di halaman kantor desa Rancabungur.

Saat itu, Alm. Onong terlihat linglung dan sempat berusaha masuk ke dalam kantor desa. Namun karena sedang ada rapat di aula akhirnya saksi melarang nenek tersebut untuk masuk aula. Saksi Dede juga coba menanyakan identitas nenek tersebut dan hendak pergi kemana, namun nenek tersebut hanya menjelaskan sedang menunggu cucunya yang akan menjemput.

“Setelah itu nenek tersebut pergi meninggalkan kantor desa, dan benar menggunakan pakaian yang ditemukan di TKP dan sesuai ciri ciri yang dijelaskan oleh pihak keluarga Najid,” ujar Kapolsek Rancabungur Ipda Azis Hidayat.

Saksi Maja juga sempat bertanya mau kemana nenek tersebut bahkan sempat menawarkan untuk mengantarkan nenek tersebut ke lokasi yang dimaksud namun ditolak. Nenek tersebut hanya menjawab sedang menunggu cucunya menjemput. Setelah itu nenek tersebut pergi meninggalkan kantor desa.

Sementara saksi ketiga adalah Eksel Santoso (10) pelajar SD yang sempat melihat Onong di sekitar kebon singkong pada Selasa 1 Oktober 2024 sekitar jam 10.00 WIB, saat dirinya dan kawan – kawannya pulang sekolah. Eksel dan kawan-kawannya melihat Onong sedang posisi tiduran terlentang di rumput lalu nenek tersebut menegur para saksi dan kawan – kawannya dengan kalimat, “Kalian jangan metikin singkong punya nenek ya”.

“Karena saksi ketakutan dan mengira orang tersebut adalah orang dengan gangguang jiwa (ODGJ) sehingga para saksi dan kawan – kawannya pergi lari menjauhi nenek tersebut dari TKP,” ujar Kapolsek Rancabungur Ipda Azis Hidayat.

Sampai berita ini diturunkan sudah ada koordinasi serta komunikasi antara pihak keluarga dan pihak Polsek Rancabungur dengan mengambil jenazah di RS Polri Kramat Jati dengan memberikan surat pengantar pengambilan jenasah. (Khairan/Kiting)

Tags: , , ,

Baca Juga

Rekomendasi lainnya