Cijeruk | Metropolitanupdate.com
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengeluarkan peringatan keras berkaitan kondisi kawasan hijau pegunungan, termasuk area Gunung Salak, Kabupaten Bogor, yang sudah pada level mengkhawatirkan akibat rusaknya tata ruang.
Gubernur yang akrab disapa Bapak Aing itu menilai, maraknya alih fungsi lahan di kawasan resapan air dan perbukitan dapat mengancam kelangsungan ekosistem dan berpotensi terjadinya bencana.
Menyikapi itu, PT. Bahana Sukma Sejahtera (BSS), salah satu perusahaan yang mengelola lahan di kawasan Gunung Salak, menyambut baik kebijakan Bapak aing dalam merehabilitasi alam.
“Kami, PT BSS sangat setuju dan sangat mendukung sekali dengan kebijakan Bapak Gubernur Dedi Mulyadi yang akan menghijaukan kembali Gunung Salak,” tegas Suhendar, Kepala Pengamanan Aset PT. BSS, kepada Jurnal Bogor, di ruang kerjanya, Senin (11/5/2026).
Dilanjutkannya, tidak menutup kemungkinan PT. BSS akan menghijaukan kembali kawasan resapan air yang kini kondisinya telah mengkhawatirkan. Karena menurutnya, niatan Bapak Aing itu sepatutnya didukung.
“Bisa, bisa dihijaukan. Contohnya gini kita aja yang akan bikin objek wisata terpadu, Ijin kita hanya di bawah 5 persen. Berarti di situ jelas tidak boleh ada bangunan. Kemarin di Kawung Luwuk HGB VI ada 72 bangunan kita bongkar dan kini kembali hijau,” lanjut Suhendar yang juga eksponen 98.
Ketika disinggung keberadaan bangunan-bangunan vila yang berdiri di lahan kawasan Gunung Salak yang dikelola PT BSS, alumni Unpak Bogor itu pun menjelaskan bahwa, keberadaan vila tersebut di luar kendali perusahaannya.
“Seharusnya pemerintah ikut mengontrol dan mengawasi, terutama Satpol PP sehingga kawasan resapan air ini tidak berdiri villa-villa. Dan kami tidak sedikit pun memungut retrebusi dari vila itu,” tegasnya.nAsep Safrudin
Tags: Bapa Aing, Gubernur Jawa Barat, Gunung Salak, Kang Dedi Mulyadi, KDM, Pengamanan Aset PT BSS, PT Bahana Sukma Sejahtera, Suhendar, Taman Nasional Gunung Salak, Vila-Vila
Baca Juga
-
Berita.Headline.Peristiwa.Top News
Polsek Ciampea Investigasi Kematian Adintho Dunggio Pasaribu di Dalam Rumahnya di Perum Greenland River Villa Blok A1 No 15 Desa Tegalwaru Ciampea
-
Berita.Headline
Bupati Bogor Wajibkan Uji Emisi Kendaraan Dinas, Dorong Operasional Ramah Lingkungan dan Aman
-
Berita.Headline
Apakah Efisiensi APBD Berlaku di Lelang Pembangunan Gedung Serbaguna Balai Latihan Kerja Tonjong?
-
Berita.Headline
DPRD dan Pemkab Bogor Sepakati KUA-PPAS Tahun Anggaran 2025
-
Berita.Headline
DPRD Kabupaten Bogor Sahkan Perda Pajak dan Retribusi, Pemerintah Fokus Perkuat Fondasi Fiskal Daerah
-
Headline.Bisnis.Pilihan
Dikumpulkan Dari Biaya Transaksi 2 Ribuan, Pendapatan Agen BRILink di Warung Cuan Rp1,588 T
Rekomendasi lainnya
-
Berita.Headline.Top News
Pj. Bupati Bogor Asmawa Tosepu Bersama Warga Rancabungur Meriahkan HUT RI dengan Jalan Sehat
-
Berita.Bisnis.Headline.Peristiwa.Top News
APINDO Minta Semua Pihak Hormati Proses Banding Putusan PTUN Soal UMSK 2026
-
Berita.Headline.Kesehatan
Dokter Yukie Meistisia A. Satoto Pimpin RSUD Cibinong Raih Penghargaan Terbaik dari Pemprov Jawa Barat
-
Berita.Headline
Ketua DPRD Sastra Winara Tegaskan Pentingnya Infrastruktur Pendukung di Program Hunian Tetap Korban Bencana Bogor
-
Berita.Bisnis.Headline.Kesehatan.Peristiwa.Top News
Kantor DLH Kabupaten Bogor Digeruduk Warga Babakan Cibedug, Ancam Pidanakan Pejabat DLH Abaikan Pencemaran Peternakan Sapi
-
Berita.Bisnis.Headline.Lingkungan.pendidikan.Peristiwa.Top News
Sekolah Swasta Tunggu Limpahan Murid tak Masuk Sekolah Negeri, Murid Keluarga Miskin Terpaksa Masuk Sekolah Berbayar




















