Cigombong | Metropolitanupdate.com
Jumlah santri yang masuk ke pondok pesantren di Kabupaten Bogor diduga mengalami penurunan di tahun ajaran baru 2026-2027. Penurunan itu diduga akibat maraknya kasus asusila di lingkungan pondok pesantren (ponpes) yang mencuat di sejumlah pesantren di Kabupaten Bogor. Padahal kasus itu seperti fenomena gunung es, yang diduga masih banyak kasus asusila di pesantren yang belum terungkap.
Salah satunya Ponpes Al Furqoniyah yang berlokasi di Kampung Citugu, Desa Tugu Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, yang mengalami penurunan jumlah peserta calon santri pada Juni 2026 ini.
“Ini kan efek kasus asusila yang sempat ramai. Jadi biasanya kalau 150 santri lulus, lalu ada 150 santri masuk. Tapi tahun ini yang mendaftar baru 83 orang. Hampir 30 persen menyusutnya,” jelas KH. Ading Ahmad Nazir, Ketua Yayasan Ponpes Al Furqoniyah, kepada awak media, Sabtu (20/6/2026) di sela kegiatan perpisahan 150 santri angkatan 43.
Menurutnya, kasus kejahatan seksual di ponpes yang mencuat baik itu di medsos maupun di media mainstream. Telah memunculkan stigma negatif sehingga memunculkan kekhawatiran para orangtua.
“Ada juga orangtua menanyakan kaitan pengajar untuk perempuan apakah gurunya juga perempuan? Hal itu wajar karena para orangtua ini ingin memastikan keamanan anaknya, setelah mereka mengetahui adanya kasus tersebut seperti di tiktok, gitu,” terang KH Ading.
Untuk itu, KH Ading memastikan jika santri di Ponpes Alfurqoniyah yang telah melahirkan ribuan hafidz Qur’an itu dijamin aman. Sebab, ponpes yang telah berdiri sejak tahun 1980 silam itu ditunjang oleh para tenaga pengajar yang memiliki kompetensi dan moral tinggi.
Sehingga tak heran selama 46 tahun ponpes tahfidz ini berdiri, telah melahirkan penghafal Al Qur’an yang telah masuk perguruan tinggi bahkan menjadi ustadz.
“Untuk tahun ini saja kami melepas 150 orang santri yang terdiri dari siswa MTS dan MA di tahun 2026. Ya, hapalan reguler yang 2 Juz, ternyata ada anak yang juga hapalan melebihi target sampai 10, 13 Juz. Itu karena dorongan dari anaknya sendiri maupun orangtuanya,” terangnya.
Dengan gamblang KH Ading menyampaikan, dari total jumlah 150 peserta wisuda angkatan 43 tahun ini terdiri dari 96 pelajar MTS dan 54 murid MA. Rata-rata para alumni Al Furqoniyah kembali melanjutkan ke jenjang pendidikan.
“Ada yang melanjutkan ke perguruan tinggi dan ada juga yang berwiraswasta. Bahkan ada juga yang melanjutkan melalui jalur prestasi tahfidz Qur’an seperti ke Unida, UPI Bandung dan perguruan tinggi lainnya,” lanjut Ading yang juga anggota DPRD Kabupaten Bogor.
Pihaknya berharap, para alumnus Ponpes Al Furqoniyah dapat menjaga nama baik almamater sekaligus mengamalkan ilmunya ditengah masyarakat. Sehingga ilmu yang ditimba selama belajar di Ponpes yang berdiri pada tahun 1980 silam ini, dapat bermanfaat bagi pribadi, keluarga dan negara.n Asep Rendra
Tags: Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Hafidz Quran, Kasus Asusila di Pesantren, KH Ading, KH Ading Ahmad Nadzir, Pondok Pesantren, Pondok Pesantren Al Furqoniyah, Ponpes Al Furqoniyah, Santri, UPI Bandung
Baca Juga
-
Berita.Bisnis.Headline.Kesehatan.Lingkungan.Politik.Top News
Warga Desa Srogol Semangat Cek Kesehatan Gratis Sukseskan Program Presiden Prabowo
-
Berita.Headline
Pembentukan Alat Kelengkapan DPRD Kabupaten Bogor Segera Rampung, Rudy Susmanto Pastikan Efektivitas Kerja Dewan
-
Berita.Bisnis.Headline.Peristiwa.Top News
Kuasa Hukum Juhana Minta Perkara Keperdataan Didahulukan dan Hormati Proses Hukum
-
Berita.Headline.Opini
Amarah yang Ditunggangi, Sebuah Refleksi Dari Arief Budiman
-
Berita.Bisnis.Headline.Lingkungan.pendidikan.Top News
Indra Surkana Cijeruk Minta Pemkab Bogor dan Pemprov Jawa Barat Bangun SMK Negeri di Bogor Selatan
-
Berita.Bisnis.Headline.Kesehatan.Peristiwa.Top News
Kadispora Pemkab Bogor Asnan Bungah Berhasil Helat Big Fight Tinju Profesional di Pakansari
Rekomendasi lainnya
-
Berita.Headline
Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Bogor: Rudy Susmanto Sampaikan Pidato Perdana, Tegaskan Komitmen Bangun Kabupaten Bogor
-
Berita.Headline.Peristiwa.Politik.Top News
Ihsan Mahfudz Ditunjuk Jadi Plt. Ketua PWI Indramayu Untuk Tegakan Marwah Organisasi dari Fitnah dan Hoax
-
Bisnis.Headline
Panduan Lengkap Pengajuan KUR Mandiri 2024, Jadwal Syarat dan Suku Bunga
-
Berita.Bisnis.Headline.pendidikan.Peristiwa.Politik.Top News
Prabowo dan El-Sisi Sepakati Kemitraan Strategis Pendidikan
-
Berita.Headline
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Serukan Partisipasi Aktif Masyarakat dalam Pilkada 2024
-
Berita.Headline.Top News
Kongkow Asik Relawan Tangerang Raya Bareng Andra Soni Cagub Banten

Pengasuh Pondok Pesantren Al Furqoniah di Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor menyerahkan dokumen ijazah kelulusan kepada seorang santriwati penghafal Al Quran yang menjadi keunggulan Pondok Pesantren Al Furqoniah, Cigombong, Sabtu (20/6/2026). Asep Rendra

















